TES
Tampilkan postingan dengan label discografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label discografi. Tampilkan semua postingan

Sekelumit Perjalanan Karir Musik Maher Zain

Maher Zain adalah seorang musisi Islami dengan nafas baru dan modern datang di dunia musik dengan lirik yang  religi.
Alat musik pertama yang dimiliki Maher Zain  saat ia berusia 10 tahun adalah Keyboard, semenjak usia  itulah dunia musik mulai hidup di hati pria ini.
Keluarga Maher yang berketurunan Arab ini pindah ke Swedia saat Maher berumur 8 tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya, dan kemudian masuk universitas, mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering. Menjadi seorang anak yang tumbuh didalam  lingkungannya dengan perubahan-perubahan sikap dan sifat, satu hal yang tetap sama pada dirinya yakni hasrat yang kuat terhadap musik. Maher selalu menghabiskan waktu sampai larut malam  di sekolah dengan teman-temannya di mana mereka bernyanyi, nge-rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal. Tidak butuh waktu lama bagi Maher untuk menyadari bahwa musik  telah menjadi bagian hidupnya.

Untuk beberapa saat Maher terlibat didalam di dunia hiburan sebagai produser musik, suatu saat Maher diperkenalkan kepada RedOne, seorang produser musik berbakat yang cepat naik daun dalam kancah musik di Swedia. Maher mulai bekerja dengan RedOne dan kemudian pindah ke New York. Selama beberapa tahun ia sibuk  di tengah kancah  industri musik kota New York, bekerja dengan artis papan atas disana seperti Kat Deluna di hits albumnya 'Whine Up' dan 'Run The Show'. Sosok Maher adalah gambaran seorang anak muda yang memiliki antusiasme tinggi terhadap ada yang sedang digelutinya, tetapi ada sesuatu yang selalu mengganggu pikirannya, "Saya menyukai musik, tetapi saya tidak suka dengan segala sesuatu yang berada sekeliling bisnis ini , saya selalu merasa ada  sesuatu yang tidak benar ", begitu pernyataannya.

Pada bulan Januari 2009, Maher Zain membuat sebuah album yang mencerminkan identitas  Arab, Barat dan Muslim. dan ditangani oleh Awakening Records.. Album debut Maher “Thank You Allah”  meraih peringkat no.1 di Amazon’s World Music Charts dan peringkat 9 di R&B Chart kala itu.

Pada bulan Januari 2010, pada sebuah kompetisi musik yang diselenggarakan oleh Nujoom FM (Stasion Radio terbesar di Mesir ), lagu Maher 'Ya Nabi Salam Alayka' terpilih sebagai lagu terbaik tahun 2009. Pada saat itu Runner up nya adalah   nama-nama artis besar di Mesir seperti Hussein Aljismi, Mohammed Mounir dan Sami Yusuf.
Akhirnya Maher melakukan konser-konser besarnya dengan tiket terjual habis di Aljazair, Australia, Belgia, Kanada, Mesir, Inggris, Prancis, Belanda, Swedia, dan Amerika Serikat,  karirnya sangat  cepat  melejit di usianya yang masih relatif muda, menjadikan Maher Zain seorang Superstar  Musik Islami.

Maher Zain akan mengadakan konser di Indonesia di awal  bulan oktober 2011 bertema-kan “Konser Silaturahim Untuk Indonesia”akan dilaksanakan  di tiga kota. Bandung, Jakarta, dan Surabaya.. Konser Maher Zain ini akan menampilkan juga bintang tamu Fadly ‘Padi’ dan Irfan Makki sebagai pasangan duet Maher .  Jadwal konser Maher di tiga kota :

Bandung           :           6 Oktober 2011 di Sabuga
Surabaya          :           8 Oktober 2011 di DBL Arena
Jakarta              :           9 Oktober 2011 di Istora Senayan

Biografi EBIET G ADE

 

Seorang Ebiet G Ade adalah sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu yang legendaris, lagu-lagu beliau sampai saat ini sering kita dengar baik itu di media televisi atau radio, bahkan di mall sekalipun. Karya anak bangsa satu ini yang lahir di Wanadadi, Banjarnegara, 21 April 1955 adalah karya puisi yang dilagukan dan bernuansa balada, sering bercerita tentang alam, cinta, sosial dan Tuhan. 

Beberapa judul lagunya juga menyampaikan kritikan terhadap pemerintah dan ketidakadilan yang diderita kaum papa, hal ini tersirat pada kedalaman makna syair-syairnya. 
Beliau terjun pada lingkungan seniman Yogyakarta sejak tahun 1971. Motivasi dan semangat terbesar yang membentuk kreativitas karya-karyanya adalah ketika beliau bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib (penyair), Eko Tunas (cerpenis), dan E.H. Kartanegara (penulis). Beberapa puisi Emha bahkan sering dilantunkan Ebiet dengan petikan gitarnya walaupun sewaktu masuk dapur rekaman tidak ada syair Emha yang ikut dinyanyikannya. 

Pria yang lebih suka disebut sebagai penyair daripada penyanyi itu pada awalnya hanya menyanyi dengan ber-konser di Jawa Tengah dan DIY, memusikalisasikan puisi-puisi dan hanya menganggapnya sebagai hobi semata. Namun atas dorongan para kerabatnya Ebiet pun bersedia juga menerobos dunia musik Nusantara. Ebiet selama lima tahun sempat vakum di karirnya, pada 1995 mengeluarkan album Kupu-Kupu Kertas (didukung oleh Ian Antono, Billy J. Budiardjo, Purwacaraka, dan Erwin Gutawa) dan Cinta Sebening Embun - Puisi-Puisi Cinta. Pada 1996 Ebiet mengorbitkan album Aku Ingin Pulang - 15 Hits Terpopuler. Dua tahun berikutnya ia mengeluarkan album Gamelan yang memuat lima lagu lama yang dikompos ulang dengan musik tradisional gamelan. Lalu pada tahun 2000 Ebiet merilis album Balada Sinetron Cinta dan pada tahun 2001 mengeluarkan album Bahasa Langit, yang didukung oleh Andi Rianto, Erwin Gutawa dan Tohpati.

Ebiet G Ade sendiri adalah suami dari Yayuk Sugianto kakak dari penyanyi pop Iis Sugianto  yang dinikahinya sejak tahun 1982. Perkawinan mereka dikaruniai 4 orang anak, masing-masing Abietyasakti Ksatria Kinasih, Adaprabu Hantip Trengginas, Byatuasa Pakarti Hinuwih, Segara Banyu Bening.

Seorang Ebiet G Ade adalah Legenda di bidangnya, lagu-lagu beliau akan dikenang sepanjang masa. Riwayat akademis Ebiet G Ade adalah seorang yang baik dan agamis, dibesarkan dari keluarga yang sederhana, setelah lulus SD, Ebiet masuk PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Banjarnegara. Disini  ia tidak betah sehingga akhirnya ia memutuskan hijrah ke Yogyakarta. Sekolah di SMP Muhammadiyah 3 dan melanjutkan ke SMA Muhammadiyah I. Di sana ia aktif di PII. Namun, ia tidak dapat melanjutkan kuliah ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada karena masalah ekonomi. Ia lebih memilih bergabung dengan grup vokal ketika ayahnya yang pensiunan memberinya opsi: Ebiet masuk FE UGM atau kakaknya yang baru ujian lulus jadi sarjana di Universitas Jenderal Soedirman , Purwokerto.

Nama Ebiet didapatnya dari pengalamannya kursus bahasa Inggris semasa SMA. Gurunya orang asing, biasa memanggilnya Ebiet, mungkin karena mereka mengucapkan A menjadi E. Terinspirasi dari tulisan Ebiet di bagian punggung kaos merahnya, lama-lama ia lebih sering dipanggil Ebiet oleh teman-temannya.


~ kord dan lirik lagu Ebiet G Ade simak disini ~